Bupati Barru Sebut Sensus Ekonomi 2026 Jadi Fondasi Kebijakan Tepat Sasaran

Bupati Barru Andi Ina Kartika Sari saat Pencanangan Sensus Ekonomi 2026 di Aula Kantor Bapperida Barru

BARRU, SAORAJA­NEWS.COMPemerintah Kabupaten Barru mengajak seluruh unsur pemerintahan, pelaku usaha, dan masyarakat ikut menyukseskan Sensus Ekonomi 2026. Bupati Barru Andi Ina Kartika Sari menilai pendataan tersebut bukan sekadar kegiatan statistik, melainkan bagian penting untuk memastikan arah pembangunan ekonomi daerah disusun berdasarkan kondisi nyata di lapangan.

Ajakan itu disampaikan Andi Ina saat menghadiri Pencanangan Sensus Ekonomi 2026 di Aula Kantor Bapperida Barru, Sabtu (13/6/2026). Menurutnya, perubahan kondisi ekonomi yang berlangsung cepat membutuhkan data yang akurat agar pemerintah tidak keliru dalam menentukan kebijakan.

Bagi Andi Ina, angka-angka yang terkumpul dalam sensus nantinya akan menjadi pijakan untuk melihat lebih jelas wajah perekonomian Barru. Mulai dari perkembangan usaha, kebutuhan pelaku ekonomi, peluang investasi hingga potensi penciptaan lapangan kerja.

“Sensus Ekonomi 2026 bukan sekadar angka statistik. Ini kompas pembangunan ekonomi daerah agar kebijakan tepat sasaran dan memberi dampak nyata bagi masyarakat,” tegas Andi Ina.

Pertumbuhan Ekonomi Barru Jadi Momentum Penguatan Data

Urgensi Sensus Ekonomi 2026 semakin terasa di tengah catatan pertumbuhan ekonomi Barru. Bupati menyebut ekonomi Kabupaten Barru tumbuh 7,46 persen pada triwulan I 2026, lebih tinggi dibandingkan rata-rata nasional maupun Provinsi Sulawesi Selatan.

Pertumbuhan tersebut dinilai menjadi momentum yang perlu dijaga. Namun, pertumbuhan ekonomi tanpa dukungan data yang kuat dapat menyulitkan pemerintah dalam membaca sektor mana yang membutuhkan intervensi dan kebijakan seperti apa yang paling tepat.

Karena itu, Andi Ina meminta jajaran organisasi perangkat daerah, camat, lurah, kepala desa, hingga pelaku usaha membangun sinergi dengan Badan Pusat Statistik (BPS).

Masyarakat juga diminta tidak ragu menerima petugas sensus yang datang ke lapangan. Informasi yang diberikan diharapkan benar dan lengkap sehingga hasil pendataan benar-benar menggambarkan kondisi ekonomi Barru.

Pemerintah daerah juga menegaskan bahwa kerahasiaan data responden dijamin oleh undang-undang. Hal ini menjadi bagian penting untuk membangun kepercayaan masyarakat selama proses pendataan berlangsung.

“Dengan semangat Siri’ na Pacce, mari bersama menyukseskan Sensus Ekonomi 2026. Demi data lebih baik, kebijakan lebih tepat, dan pembangunan yang menyejahterakan Barru,” ujar Andi Ina.

Dukungan tersebut tidak hanya datang dari pemerintah daerah. BPS Kabupaten Barru memastikan berbagai persiapan pelaksanaan sensus telah dilakukan sebelum pendataan lapangan dimulai.

Kepala BPS Kabupaten Barru Arif Miftahudin mengatakan pihaknya telah melakukan audiensi, koordinasi, dan sosialisasi dengan Pemerintah Kabupaten Barru, instansi vertikal, dunia usaha, akademisi hingga sejumlah mitra strategis.

Koordinasi itu dilakukan untuk membangun pemahaman bersama mengenai pentingnya Sensus Ekonomi 2026 sekaligus memastikan proses pendataan dapat berjalan lancar di seluruh wilayah Kabupaten Barru.

Dukungan Pemkab Barru juga diberikan melalui surat edaran, publikasi media, videotron dan fasilitasi berbagai kegiatan sosialisasi. Langkah tersebut dinilai membantu memperluas informasi mengenai sensus kepada masyarakat dan pelaku usaha.

BPS Barru juga telah menjalankan program Ngisi Bareng atau NGIBAR untuk pendataan usaha besar dan menengah. Hingga pelaksanaan pencanangan, sebanyak tujuh kegiatan NGIBAR telah dilakukan dengan melibatkan 55 pelaku usaha.

187 Petugas Disiapkan untuk Pendataan Lapangan

Untuk memastikan proses pendataan berjalan di lapangan, BPS Kabupaten Barru merekrut 187 petugas sensus. Mereka terdiri atas 23 pengawas dan 164 petugas lapangan.

Seluruh petugas tersebut telah mengikuti pelatihan teknis sebagai bekal sebelum turun melakukan pendataan. Mereka juga mendapatkan perlindungan melalui BPJS Ketenagakerjaan.

Pendataan usaha secara door to door dijadwalkan berlangsung di seluruh wilayah Kabupaten Barru mulai 15 Juni hingga 31 Agustus 2026.

Rentang waktu tersebut membuat keberhasilan sensus sangat bergantung pada keterlibatan masyarakat dan pelaku usaha. Petugas membutuhkan informasi yang lengkap agar data yang dihasilkan tidak sekadar memenuhi kebutuhan administrasi, tetapi benar-benar mampu menggambarkan struktur ekonomi daerah.

Arif Miftahudin menegaskan bahwa Sensus Ekonomi 2026 merupakan pekerjaan bersama, bukan hanya tanggung jawab BPS.

“Barru siap melaksanakan Sensus Ekonomi 2026. Ini bukan hanya tugas BPS, tetapi upaya bersama menyediakan data berkualitas sebagai fondasi pembangunan daerah yang tepat sasaran,” tegas Arif.

Bagi Kabupaten Barru, hasil sensus nantinya diharapkan mampu memberikan gambaran yang lebih utuh mengenai aktivitas ekonomi masyarakat. Data tersebut dapat menjadi bahan penting dalam menyusun perencanaan pembangunan, memperkuat sektor UMKM, membuka ruang investasi serta menciptakan kebijakan yang lebih sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Pada akhirnya, sensus bukan hanya tentang petugas yang datang mendata atau angka yang masuk ke dalam tabel statistik. Di balik setiap data terdapat aktivitas ekonomi masyarakat—dari usaha kecil, perdagangan, jasa hingga berbagai kegiatan usaha lainnya.

Karena itu, keberhasilan Sensus Ekonomi 2026 di Barru akan sangat ditentukan oleh keterbukaan masyarakat dan pelaku usaha dalam memberikan informasi. Semakin baik data yang dihimpun, semakin kuat pula pijakan pemerintah dalam menentukan arah pembangunan ekonomi daerah.

Dengan pertumbuhan ekonomi yang mencapai 7,46 persen pada triwulan pertama 2026, Pemkab Barru kini memiliki momentum untuk terus memperkuat fondasi tersebut. Data yang akurat diharapkan menjadi jembatan agar pertumbuhan ekonomi tidak hanya terlihat dalam angka, tetapi benar-benar diterjemahkan menjadi kebijakan yang berdampak dan kesejahteraan yang dirasakan masyarakat.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama