BARRU, SAORAJANEWS.COM – Sorak dan semangat anak-anak mewarnai Gedung PKG Mallawa, Kecamatan Mallusetasi, Sabtu (27/6/2026). Dari panggung festival hingga parade defile, ratusan anak menunjukkan keberanian, kreativitas, dan bakat mereka dalam Festival Bintang Anak Mallusetasi yang secara resmi dibuka Bupati Barru Andi Ina Kartika Sari.
Festival yang digelar Forum Anak Sulapa Wanua Kecamatan Mallusetasi itu bukan sekadar ajang menampilkan kemampuan anak. Kegiatan tersebut menjadi ruang bagi generasi muda untuk belajar tampil percaya diri, berkreasi, sekaligus membangun karakter sebagai bagian dari generasi yang dipersiapkan menyongsong Indonesia Emas 2045.
Kemeriahan bahkan sudah terasa sejak kegiatan dimulai. Perwakilan Forum Anak dari seluruh desa dan kelurahan se-Kecamatan Mallusetasi mengikuti parade defile dengan penampilan masing-masing. Ada yang tampil dengan kreativitas khas kelompoknya, ada pula yang menonjolkan kekompakan kontingen.
Di tengah warna-warni parade tersebut, satu pesan terasa kuat: anak-anak Mallusetasi ingin tumbuh bersama, saling mendukung, dan memiliki ruang untuk menunjukkan kemampuan mereka.
Turut hadir Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Barru Andi Milawati Abustan, Camat Mallusetasi Andi Shandi Mula Putra, unsur Forkopimcam, para kepala desa dan lurah, pendamping Forum Anak, tokoh masyarakat, orang tua, serta ratusan peserta.
Bupati Barru Dorong Anak Berani Berkarya
Dalam sambutannya, Andi Ina memberikan apresiasi kepada Forum Anak Sulapa Wanua Kecamatan Mallusetasi yang telah menggagas festival tersebut.
Menurutnya, kegiatan seperti ini penting karena anak-anak membutuhkan ruang yang sehat untuk mengekspresikan diri. Bukan hanya untuk menunjukkan bakat, tetapi juga melatih keberanian, kreativitas, kerja sama, dan rasa percaya diri.
Bupati mengajak seluruh peserta tidak cepat puas dengan kemampuan yang dimiliki saat ini. Anak-anak diminta terus belajar, memperluas pengetahuan, dan mempersiapkan diri menghadapi perubahan serta tantangan di masa depan.
Semangat itu, kata Andi Ina, harus dibangun sejak sekarang jika ingin melahirkan generasi yang mampu mengambil peran dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045.
Namun ada satu hal lain yang juga menjadi perhatian Bupati: lingkungan.
Ia mengajak anak-anak Mallusetasi menjadi pelopor kebersihan dengan membiasakan diri membuang dan memilah sampah sejak usia dini. Kebiasaan sederhana tersebut diharapkan tumbuh menjadi budaya bersama sehingga Mallusetasi dapat dikenal sebagai salah satu kecamatan terbersih di Kabupaten Barru.
Pesan itu sekaligus menempatkan anak bukan hanya sebagai penerima manfaat pembangunan, tetapi sebagai bagian dari perubahan di lingkungannya sendiri.
Bakat Anak Bisa Jadi Bagian Promosi Wisata Barru
Di hadapan peserta festival, Andi Ina juga memperkenalkan rencana pengembangan kawasan wisata JBL (Jimbaran Baru Lapakaka) yang berada di Kelurahan Bojo Baru.
Menurutnya, pengembangan kawasan wisata tersebut dapat membuka ruang baru bagi anak-anak untuk menunjukkan bakat seni yang mereka miliki.
Ia berharap anak-anak Mallusetasi terus mengembangkan kemampuan, khususnya di bidang seni seperti tarik suara dan tari. Ke depan, bakat tersebut bukan tidak mungkin menjadi bagian dari atraksi yang menyambut wisatawan sekaligus membantu memperkenalkan potensi daerah.
Dengan demikian, seni dan kreativitas anak tidak hanya berhenti di panggung festival. Ada peluang untuk menjadikannya bagian dari geliat pariwisata dan promosi daerah.
Pesan tersebut disampaikan di tengah suasana festival yang memang sarat dengan penampilan seni. Anak-anak dari berbagai desa dan kelurahan mendapat kesempatan tampil, menunjukkan hasil latihan, sekaligus merasakan pengalaman berada di hadapan banyak orang.
Menjelang pembukaan, Bupati juga mengingatkan seluruh peserta agar menjaga sportivitas selama mengikuti rangkaian festival.
Ia meminta para peserta menikmati kompetisi dengan semangat kebersamaan. Kepada dewan juri, Andi Ina berpesan agar menjalankan tugas secara profesional, objektif, dan adil.
Setelah seluruh pesan disampaikan, Andi Ina membuka kegiatan secara resmi.
Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, Bupati Barru menyatakan Festival Bintang Anak Mallusetasi resmi dimulai.
Rangkaian acara kemudian berlangsung meriah. Berbagai penampilan seni dan kreativitas anak-anak dari desa dan kelurahan se-Kecamatan Mallusetasi silih berganti mengisi panggung.
Bagi para peserta, festival menjadi kesempatan untuk menunjukkan kemampuan yang mungkin selama ini hanya mereka tampilkan di lingkungan sekolah, keluarga, atau desa. Kini mereka berada di satu panggung yang mempertemukan anak-anak dari berbagai wilayah Mallusetasi.
Kegiatan ditutup dengan parade seluruh peserta dan kontingen Forum Anak dari masing-masing desa dan kelurahan. Mereka kembali berjalan bersama dalam suasana penuh semangat.
Parade penutup itu menjadi simbol sederhana namun kuat tentang persatuan dan kebersamaan. Perbedaan desa dan kelurahan tidak menjadi sekat ketika anak-anak berkumpul dalam satu kegiatan.
Bagi Pemkab Barru, geliat seperti ini menjadi bagian penting dalam membangun sumber daya manusia sejak usia dini. Anak-anak diberi ruang untuk berani tampil, mengasah kemampuan, menjaga lingkungan, dan mengenal potensi daerahnya sendiri.
Festival Bintang Anak Mallusetasi pun berakhir bukan sekadar dengan penampilan dan parade. Di balik panggung yang meriah, tersimpan harapan agar anak-anak hari ini tumbuh menjadi generasi Barru yang kreatif, berprestasi, berkarakter, percaya diri, sekaligus memiliki kepedulian terhadap lingkungan dan daerahnya.