Bupati Barru Buka Kolaborasi dengan Kompas TV Angkat Potensi Daerah

Bupati Barru Andi Ina Kartika Sari menerima audiensi Kepala Biro Kompas TV Makassar Dwi Nardi membahas kolaborasi promosi potensi daerah

BARRU, SAORAJANEWS.COM.COM – Upaya memperkenalkan potensi Kabupaten Barru ke panggung yang lebih luas mendapat angin segar. Bupati Barru Andi Ina Kartika Sari, S.H., M.Si., menerima audiensi Kepala Biro Kompas TV Makassar, Dwi Nardi, bersama jajaran tim Kompas TV di Ruang Kerja Bupati Barru, Rabu (20/5/2026).

Pertemuan tersebut berlangsung hangat dan penuh dialog. Bukan hanya membahas hubungan antara pemerintah daerah dan media, audiensi itu menjadi ruang penjajakan kolaborasi untuk mengeksplorasi berbagai potensi Barru, mulai dari pembangunan, pariwisata, program sosial hingga sosok kepemimpinan perempuan di daerah.

Dwi Nardi menyampaikan, kunjungan tersebut merupakan bagian dari silaturahmi sekaligus penjajakan kerja sama media. Kompas TV melihat sejumlah sisi Barru yang menarik untuk diangkat melalui berbagai program siaran, termasuk program VVIP (Very-Very Interest Person) yang menampilkan aktivitas kepala daerah secara langsung di lapangan.

Kompas TV Tertarik Eksplorasi Potensi Barru

Dalam audiensi itu, perjalanan Andi Ina sebagai pemimpin perempuan menjadi salah satu hal yang mendapat perhatian. Ia merupakan perempuan pertama yang pernah menjabat Ketua DPRD Sulawesi Selatan sebelum kemudian dipercaya memimpin Kabupaten Barru.

Bagi Kompas TV, perjalanan tersebut memiliki sisi human interest yang kuat. Di sisi lain, potensi daerah dan dinamika pembangunan Barru juga dinilai memiliki banyak cerita yang dapat diperkenalkan kepada masyarakat secara lebih luas.

Mulai dari sektor pariwisata, pembangunan ruang publik hingga berbagai program sosial pemerintah daerah menjadi bagian yang dibicarakan dalam pertemuan tersebut.

Menanggapi peluang tersebut, Bupati Andi Ina mengatakan media memiliki posisi penting dalam konsep pembangunan daerah berbasis kolaborasi pentahelix yang terus didorong di Barru.

“Media itu bagian penting dari pembangunan daerah. Capaian pemerintah tidak akan terlihat maksimal tanpa keterlibatan media. Karena itu saya sangat terbuka untuk kolaborasi,” ujar Andi Ina.

Menurutnya, pembangunan tidak cukup hanya dilakukan pemerintah. Ada banyak pihak yang perlu bergerak bersama, termasuk media yang memiliki peran strategis dalam menyampaikan informasi sekaligus memperkenalkan berbagai potensi daerah kepada publik.

Dalam kesempatan tersebut, Andi Ina juga memaparkan pendekatan pembangunan yang ingin dibangun di Kabupaten Barru. Ia menekankan pentingnya keterbukaan, penggunaan data yang akurat serta kebijakan yang tetap berpihak kepada masyarakat.

Salah satu yang dicontohkannya adalah evaluasi terhadap data stunting. Pemerintah daerah, kata dia, perlu memastikan data yang digunakan benar-benar menggambarkan kondisi masyarakat di lapangan sehingga kebijakan yang diambil tidak meleset dari persoalan sebenarnya.

Pembenahan ruang publik juga menjadi bagian dari cerita pembangunan Barru. Salah satunya Alun-Alun Colliq Pujie yang kini menjadi salah satu titik aktivitas masyarakat.

Bagi Andi Ina, ruang publik bukan hanya soal mempercantik wajah kota. Lebih dari itu, keberadaan ruang publik yang nyaman dapat menciptakan tempat interaksi masyarakat sekaligus menjadi bagian dari daya tarik daerah.

Dari pembicaraan tentang ruang publik, Bupati kemudian menyampaikan gagasan yang lebih besar mengenai bagaimana Barru ingin diposisikan di mata masyarakat luar.

Ia ingin Barru tidak lagi hanya dikenal sebagai daerah yang dilewati ketika orang melakukan perjalanan antardaerah. Barru diharapkan mampu menjadi tempat yang membuat orang tertarik untuk berhenti, menikmati suasana, kemudian datang kembali.

“Tagline saya sejak dilantik adalah ‘Singgah di Barru’. Jadi bagaimana orang yang melintas tidak hanya lewat, tetapi mau berhenti, menikmati Barru, bahkan datang kembali,” ungkapnya.

Semangat tersebut salah satunya akan diarahkan melalui pengembangan kawasan wisata pesisir. Dalam audiensi itu, Andi Ina memperkenalkan rencana kawasan wisata pantai yang diberi nama JBL atau Jimbaran Baru Lapakaka.

Konsep tersebut diarahkan menghadirkan kawasan wisata pesisir dengan suasana yang terinspirasi dari Jimbaran di Bali, namun tetap dipadukan dengan karakter lokal Barru. Di dalamnya direncanakan terdapat pusat kuliner, ruang bagi UMKM, hiburan serta area yang dapat menjadi tempat berkumpul masyarakat.

“Nanti kalau sudah jadi, saya mau ada Jimbaran di Barru. Kawasan pantai yang bisa jadi tempat nongkrong, ada UMKM, ada hiburan, dan menjadi tujuan wisata baru bagi masyarakat dari berbagai daerah,” jelasnya.

Pengembangan kawasan tersebut diharapkan tidak hanya memberikan pilihan destinasi baru. Pemerintah daerah juga melihat sektor pariwisata sebagai salah satu pintu masuk untuk menggerakkan ekonomi masyarakat, khususnya warga yang berada di kawasan pesisir.

Ketika wisatawan datang, aktivitas ekonomi ikut bergerak. Pelaku kuliner, UMKM, jasa transportasi hingga berbagai usaha pendukung lainnya memiliki ruang untuk tumbuh.

Di sisi lain, Kompas TV menyampaikan apresiasi terhadap berbagai langkah pembangunan yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Barru. Peluang kolaborasi juga terbuka dalam berbagai bentuk, mulai dari talkshow dan podcast, eksplorasi potensi daerah untuk tayangan berskala nasional hingga kegiatan Survey Penelitian dan Pengembangan (Litbang Kompas).

Kolaborasi media dan pemerintah daerah tersebut diharapkan dapat menjadi jembatan untuk memperkenalkan Barru secara lebih luas. Bukan hanya tentang apa yang sedang dibangun, tetapi juga mengenai potensi, masyarakat dan cerita-cerita lokal yang selama ini mungkin belum banyak diketahui publik di luar daerah.

Audiensi kemudian diakhiri dengan sesi foto bersama. Kedua pihak sepakat menjaga komunikasi dan membuka ruang kerja sama lebih lanjut untuk mendukung promosi potensi daerah sekaligus memperluas penyebarluasan informasi pembangunan Kabupaten Barru.

Turut hadir Sri Mulyani, SGH/Tim Bisnis Jakarta (Sales Group Head) Kompas TV Jakarta, serta Gadis Madika, AE (Account Executive) Kompas TV Makassar.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama