BARRU, SAORAJANEWS.COM – Pemkab Barru jajaki kerja sama pengembangan kopi sebagai komoditas unggulan daerah melalui kemitraan strategis dengan PT Sulotco Jaya Abadi, anak perusahaan Kapal Api Group.
Kesepakatan awal kerja sama tersebut dibahas dalam pertemuan Wakil Bupati Barru Dr. Ir. Abustan A. Bintang bersama jajaran PT Sulotco Jaya Abadi di Ruang Rapat Wakil Bupati Barru, Selasa (13/1/2026).
Kolaborasi ini diarahkan untuk pengembangan perkebunan kopi secara terpadu, mulai dari hulu hingga hilir, termasuk pendampingan teknis kepada petani serta penguatan akses pasar.
Kopi Jadi Komoditas Unggulan Baru Barru
Dalam pertemuan tersebut, Pemkab Barru jajaki kerja sama pengembangan kopi sebagai langkah strategis untuk memperkuat sektor pertanian daerah.
Wakil Bupati Barru menegaskan bahwa kopi memiliki potensi ekonomi besar dan dapat menjadi salah satu komoditas unggulan yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya di wilayah pedesaan.
“Pemerintah Kabupaten Barru menilai komoditas kopi memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai salah satu komoditas unggulan daerah yang mampu meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Peran Swasta dalam Penguatan Petani
Dalam skema kerja sama ini, PT Sulotco Jaya Abadi yang merupakan bagian dari Kapal Api Group diharapkan berperan aktif dalam mendampingi petani.
Pendampingan tersebut mencakup pengelolaan lahan, teknik budidaya, hingga pemasaran hasil panen agar nilai ekonomi kopi dapat meningkat secara berkelanjutan.
Pemerintah daerah menilai keterlibatan sektor swasta menjadi kunci penting dalam memperkuat rantai nilai komoditas kopi di Barru.
Potensi 5.000 Hektare Lahan Kopi
Berdasarkan pemetaan awal, terdapat delapan desa di Kabupaten Barru yang memiliki potensi besar untuk pengembangan perkebunan kopi.
Salah satu wilayah yang menjadi perhatian adalah Desa Gattareng di Kecamatan Pujananting yang telah ditinjau langsung oleh Wakil Bupati Barru.
Secara keseluruhan, potensi lahan pengembangan mencapai sekitar 5.000 hektare, namun akan dilakukan secara bertahap sesuai kesiapan wilayah.
Pada tahap awal, pengembangan difokuskan pada 200 hingga 300 hektare, termasuk Desa Palakka yang memiliki potensi sekitar 99 hektare.
Dukungan Bibit dan Pendampingan
Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Barru telah menyalurkan sekitar 17.000 bibit kopi Arabika kepada masyarakat sebagai langkah awal pengembangan komoditas ini.
Namun demikian, pemerintah menegaskan bahwa bantuan bibit saja tidak cukup tanpa adanya pendampingan berkelanjutan kepada petani.
Keberhasilan program ini sangat ditentukan oleh peningkatan kapasitas petani, konsistensi pembinaan, serta kepastian akses pasar.
Dorong Regenerasi Petani Muda
Selain aspek ekonomi, kerja sama ini juga diarahkan untuk mendorong regenerasi petani di Kabupaten Barru.
Wakil Bupati Barru mengajak generasi muda untuk tidak ragu terjun ke sektor pertanian, khususnya pada sektor hulu, sebagai bagian dari pertanian modern yang berkelanjutan.
Tim Khusus Pendamping Petani
Sebagai tindak lanjut, Pemkab Barru dan PT Sulotco Jaya Abadi akan membentuk tim khusus pendampingan terpadu.
Tim ini akan mendampingi petani mulai dari pengelolaan lahan, proses budidaya, hingga sistem pemasaran hasil panen.
Target Dua Tahun ke Depan
Pemerintah Kabupaten Barru menargetkan optimalisasi pengelolaan lahan kopi seluas 5.000 hektare dapat tercapai dalam kurun waktu dua tahun ke depan.
Melalui kerja sama ini, Barru diharapkan mampu memperkuat sektor pertanian sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.
