BARRU, SAORAJANEWS.COM – Angin kencang landa Barru mengakibatkan 34 rumah warga rusak yang tersebar di sejumlah wilayah, tanpa menimbulkan korban jiwa.
Peristiwa cuaca ekstrem tersebut terjadi pada Minggu (1/2/2026) sekitar pukul 14.30–14.55 WITA, disertai hujan dengan intensitas sedang hingga lebat. Dampaknya, puluhan rumah warga mengalami kerusakan dengan kategori ringan hingga berat di beberapa kecamatan di Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan.
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), jumlah rumah terdampak mencapai 34 unit yang tersebar di empat kecamatan dan tujuh desa/kelurahan.
Dampak Terparah di Beberapa Wilayah
Sebaran kerusakan tercatat di Kecamatan Barru, Tanete Rilau, Soppeng Riaja, dan Balusu. Salah satu wilayah dengan dampak cukup signifikan berada di Desa Garessi, Kecamatan Tanete Rilau, yang mencatat kerusakan rumah terbanyak.
Kerusakan umumnya terjadi pada bagian atap rumah akibat terpaan angin kencang yang datang secara tiba-tiba. Beberapa rumah bahkan mengalami kerusakan cukup serius hingga sebagian struktur atap terlepas.
Selain merusak rumah warga, angin kencang juga menyebabkan sejumlah pohon tumbang di beberapa titik, termasuk di jalur poros Lakalitta yang sempat mengganggu akses lalu lintas.
Tidak Ada Korban Jiwa
Meski menimbulkan kerusakan material cukup luas, BPBD memastikan tidak ada korban jiwa maupun luka dalam kejadian tersebut.
“Alhamdulillah tidak ada korban jiwa,” demikian laporan dari pihak BPBD terkait kondisi di lapangan.
Hal ini tidak lepas dari respons cepat tim gabungan yang terdiri dari BPBD, TNI, Polri, serta pemerintah setempat dalam melakukan penanganan darurat dan evakuasi.
Respons Cepat Pemerintah
Pemerintah Kabupaten Barru langsung bergerak cepat setelah menerima laporan kejadian. Tim gabungan diturunkan untuk melakukan pendataan, penanganan pohon tumbang, serta memastikan keselamatan warga terdampak.
Selain itu, bantuan darurat seperti terpal mulai disalurkan kepada warga guna menutup bagian rumah yang rusak dan melindungi dari hujan lanjutan.
Langkah cepat ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam merespons bencana secara tanggap dan terkoordinasi.
Imbauan Waspada Cuaca Ekstrem
Pemerintah daerah mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih berpeluang terjadi di wilayah Barru pada awal Februari 2026.
Kondisi cuaca yang tidak menentu, terutama hujan lebat disertai angin kencang, berpotensi menimbulkan bencana serupa jika tidak diantisipasi dengan baik.
Evaluasi dan Penanganan Lanjutan
Hingga saat ini, BPBD masih melakukan asesmen lanjutan untuk memastikan jumlah kerusakan secara keseluruhan serta kebutuhan bantuan bagi warga terdampak.
Pemerintah Kabupaten Barru juga menegaskan akan terus memantau situasi dan memastikan seluruh korban terdampak mendapatkan penanganan yang diperlukan.
Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya kesiapsiagaan menghadapi bencana hidrometeorologi, terutama di musim penghujan yang rawan disertai angin kencang.
